Cerita inspiratif barusan diberikan oleh bekas pemain Persib U17, Aditya Permana. Lewat upload di account Twitter pribadinya, dia bercerita dengan jelas urutan yang membuat kaki kanannya harus diamputasi. Cerita kejadian itu berawal waktu Aditya tengah bela kampusnya dalam pertandingan eksperimen pada 2017 yang lalu. Dia alami luka patah tulang sesudah bertabrakan keras dengan penjaga gawang musuh.

Insidennya di universitas, di lapangan bola. Baru main 11 menit, terkena bentrokan sama penjaga poker88 gawang musuh. Saya alami luka patah tulang. Tetapi saya kan tidak tahu apa-apa. Jadi hanya dapat meminta pendapat penyembuhan yang bagus ke rekan-rekan,” papar Aditya waktu dihubungi Okezone lewat sambungan telefon, Sabtu (30/9/2019).

Bukannya dibawa ke rumah sakit, rekan-rekan Aditya malah memboyongnya ke salah satunya penyembuhan pilihan yang dia ucap dengan arti “pakar patah tulang”. Dalam tempat itu, dia sempat diobati dengan dipijat oleh sang pakar. Tetapi ada perasaan berprasangka buruk saat Aditya dibolehkan pulang ke rumah. Walau sebenarnya, luka yang dirasakannya saat itu benar-benar kronis.

“Harusnya jika memang benar patah tulang langsung dirawat disana. Tetapi saya langsung diminta pulang. Di perjalanan kaki saya ke goyang-goyang . Dari sana tulang-tulang yang patah nyatanya mengakibatkan kerusakan jaringan-jaringan di kaki saya,” kata Aditya. Benar saja, kaki Aditya tidak segera pulih walau dia sudah minum beberapa obat-obatan sampai jamu yang disarankan oleh keluarga serta sang pakar tulang.

“Saya dibawa ke rumah sakit Halmahera Waspada, serta dokter katakan saya harus di operasi 2x jika ingin pulih. Serta ongkos operasinya benar-benar mahal kira-kira Rp80 juta. Keluarga saya tidak mampu, pada akhirnya saya di bawa serta pulang serta kembali jalani penyembuhan pilihan di Cimande,” papar pria yang benar-benar mengidolakan Lionel Messi itu.

Baca juga : Cerita Satu Orang Entrepreneur Yang Berhutang Pada Satu Orang Rentenir Tua

Dalam tempat ini, Aditya diatasi oleh satu orang pakar penyembuhan pilihan hasil referensi ayah kandungnya sendiri. Tetapi sayang, luka yang dia alami malah makin bertambah kronis. “Hari pertama disana langsung diobatin. Tetapi esok harinya, mendadak kaki saya hancur. Dagingnya jadi seperti bubur, ngelupas dari tulang. Jadi cuma sisa tulang saja di ruang betis sampai mata kaki,” tutur Aditya.

“Saya ingat benar diberi obat-obatan tradisionil, kata pak hajinya cuma agar dapat tumbuh . Tetapi justru makin lebih buruk,” imbuhnya. Dia juga kembali dibawa ke rumah sakit Hasan Sadikin. Tetapi sesudah dicheck, tulang di kaki kanannya tidak aktif , hingga faksi dokter tidak berani bertindak tidak hanya amputasi.

“Jalan paling akhir harus diamputasi, dari sana saya belum siap. Pulang dahulu ke rumah. Ngehabisin waktu seputar satu tahun. Sepanjang itu juga saya cuma rebahan di kamar sambil minta panduan pada Allah SWT. Saya sampai salat istikharah, dari sana hati kecil saya seakan sepakat kaki saya harus diamputasi,” jelasnya.

Pada April 2019, Aditya putuskan untuk mengamputasi kaki kanannya. Ini tidak lepas dari suport dari rekan-rekan dan keluarga. “Jika disebut susah, susah sekali serta paling susah cocok mikir bagaimana sama hoby main bola saya kelak. Saya dari kecil memang senang bola serta seringkali main di kampung. Serta kelas 3 SMP saya bersikukuh ingin masuk sekolah bola,” kenang Aditya.

Tetapi karena usaha keras serta kemauan yang kuat, saat ini Aditya masuk dengan Indonesia Amputee Football (INAF). Februari kelak dia akan pergi ke Malaysia untuk sebagai wakil Indonesia di tempat Asia Amputee Football Championship 2020. Pokok dari narasi saya sich, ingin kasih sedikit pesan bikin semangat terus sebab sebetulnya gimanapun keadaan kita jika masih ada usaha bikin bergerak maju, tetep meyakini serta terus berdoa yang paling baik. Tentu ada saja jalannya. Karenanya yang saya lakukan terus sich saat ini,” papar Aditya.

Saya ingin kasih satu quotes favorite saya ‘Dia yang di atas sana tidak tinggalkan, yakinlah bila kita telah angkat tangan, Ia pasti turun tangan, serta kebahagiaan pasti menjelang’. Semangat untuk #GerakTakTerbatas terus ya, kawan!,” pungkasnya.